ANALISIS STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA PT. NISSIN BISCUIT INDONESIA
ANALISIS STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA PT. NISSIN BISCUIT INDONESIA
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Dosen Pengampu :
Dr. Sri Haryati, S.E., M.M.
PROGRAM STUDI MANAJEMEN BISNIS SYARIAH
MATA KULIAH STUDI KELAYAKAN BISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
ISLAM
UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA 2025
DAFTAR ISI
A. Pendahuluan
B. Tujuan Membuat Laporan Studi Kelayakan Bisnis
2. Data Usaha
A. Aspek Hukum
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa karena atas berkat dan Rahmat-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Analisis
Studi Kelayakan Bisnis pada PT.
Nissin Biscuit Indonesia ”. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita
Nabi Muhammad Saw. Yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman
terang benderang.
Adapun dibuatnya makalah ini bertujuan untuk mengetahui
definisi anggaran penjualan, manfaat, tujuan dan kegunaannya, komponen-komponen
pokok, faktor-faktornya sebagai bahan pertimbangan, serta politik harga dalam
anggaran penjualan.
Dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari rintangan
yang kami hadapi sehingga hasilnya tidak luput dari kesalahan. Oleh karena itu
kami meminta maaf bila ada kesalahan dalam makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini banyak kekurangan dan kesalahan baik dari segi susunan kata maupun tata bahasa nya. Untuk itu kami mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca untuk
penyempurnaan makalah ini kedepannya. Terima kasih.
Surakarta, 24 Februari
2025
Penulis
PEMBUKAAN
A. Pendahuluan
Studi kelayakan bisnis merupakan langkah penting dalam
menilai potensi dan kelayakan suatu usaha, termasuk di PT. Nissin Biscuit
Indonesia. Latar belakang analisis studi kelayakan bisnis ini berfokus pada
beberapa aspek yang krusial untuk memastikan bahwa usaha tersebut dapat
berjalan secara efektif dan memberi manfaat jangka panjang. Studi kelayakan
bisnis ini dirancang untuk menilai potensi dan risiko yang mungkin dihadapi
perusahaan dalam mengembangkan usahanya, terutama dalam tiga aspek utama yaitu lingkungan,
hukum, dan sumber daya manusia (SDM).
Pertumbuhan industri modern
tidak hanya menuntut
peningkatan output dan efisiensi produksi, tetapi juga perhatian serius
terhadap dampak lingkungan. Seiring dengan ketatnya regulasi dan meningkatnya kesadaran
masyarakat akan isu lingkungan, perusahaan dituntut untuk menjalankan kegiatan
usahanya dengan prinsip ramah lingkungan. Kajian lingkungan melalui mekanisme
seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) menjadi krusial untuk
memastikan bahwa aktivitas produksi PT. Nissin tidak menimbulkan kerusakan
ekosistem dan mampu mengelola limbah serta sumber daya alam secara
berkelanjutan.
Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan merupakan
pondasi penting dalam menjaga
kelangsungan operasional perusahaan. Dalam konteks studi kelayakan, aspek hukum mencakup
verifikasi perizinan, legalitas usaha, serta pemenuhan ketentuan hukum yang relevan, mulai dari regulasi lingkungan
hingga ketenagakerjaan. Hal ini bertujuan untuk menghindari potensi risiko
litigasi dan hambatan administratif yang dapat membantu menghambat kegiatan
operasional, sehingga memberikan kepastian hukum dalam pengambilan keputusan
strategi bisnis.
Keberhasilan suatu perusahaan tidak terlepas dari kualitas
dan kompetensi ketenaga kerjanya. Pengelolaan sumber daya manusia (SDM) menjadi
aspek vital dalam studi kelayakan bisnis, karena evaluasi terhadap ketersediaan
ketenagakerjaan, struktur organisasi, serta program pengembangan dan
kesejahteraan karyawan diperlukan untuk memastikan bahwa
perusahaan memiliki SDM yang
rendah dan siap menghadapi tantangan persaingan di pasar. Investasi dalam
pengembangan SDM tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendorong
inovasi yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Melalui studi kelayakan ini, PT. Nissin dapat memperoleh
gambaran menyeluruh mengenai potensi keuntungan dan tantangan yang mungkin
muncul. Informasi yang dikumpulkan akan menjadi dasar bagi pengambilan
keputusan strategis, investasi, dan pengembangan usaha yang adaptif terhadap
perubahan lingkungan bisnis peraturan hukum, dan dinamika pasar tenaga kerja.
Dengan pendekatan yang komprehensif ini, perusahaan diharapkan, dapat meningkatkan
daya saing mengoptimalkan kinerja operasional,
serta memastikan keberlanjutan usaha dimasa mendatang.
B. Tujuan Membuat Laporan Studi Kelayakan Bisnis
Analisis studi kelayakan bisnis di PT. Nissin Biscuit
Indonesia bertujuan untuk menilai potensi, profitabilitas, dan keberlanjutan
usaha dalam menghadapi persaingan di industri biskuit. Studi ini membantu
perusahaan dalam mengidentifikasi peluang dan tantangan pasar, memastikan bahwa
strategi bisnis yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan konsumen serta tren
industri.
Selain itu, analisis ini juga bertujuan untuk mengevaluasi
aspek finansial, operasional, dan pemasaran, sehingga dapat mengoptimalkan
efisiensi produksi, distribusi, serta strategi promosi. Dengan memahami
faktor-faktor seperti segmentasi pasar, perilaku
konsumen, dan kekuatan
kompetitor, PT. Nissin Biscuit
dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih strategis dan inovatif.
Lebih jauh, studi
kelayakan ini menjadi
dasar dalam pengambilan keputusan investasi dan ekspansi bisnis, baik dalam
pengembangan produk baru maupun perluasan jaringan distribusi, termasuk ke
pasar internasional. Dengan demikian, PT. Nissin Biscuit dapat memastikan bahwa
setiap langkah bisnis yang diambil memiliki prospek yang menguntungkan dan
berkelanjutan dalam jangka panjang.
C. Kunci Kesuksesan Usaha
Keberhasilan PT. Nissin
Biscuit Indonesia dalam industri biskuit didukung oleh beberapa faktor
utama. Kualitas produk yang konsisten menjadi salah satu kunci utama, di mana
perusahaan menjaga cita rasa khas yang telah dikenal luas, sambil terus
berinovasi dengan varian baru yang sesuai dengan tren pasar.
Selain itu, strategi pemasaran yang efektif membantu
memperluas jangkauan pasar, baik melalui distribusi di toko ritel,
supermarket, pasar tradisional, hingga e-commerce. Harga
yang kompetitif dan beragam juga menjadi faktor penting, memastikan bahwa
produk Nissin dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.
Selanjutnya, manajemen operasional yang efisien dalam
produksi dan distribusi memastikan ketersediaan produk di berbagai daerah
dengan biaya yang optimal. Ditambah dengan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen,
PT. Nissin Biscuit mampu
menghadirkan produk yang sesuai dengan selera dan gaya hidup pelanggan.
Terakhir, inovasi berkelanjutan dan adaptasi terhadap
tren pasar memainkan peran penting dalam
mempertahankan daya saing. Dengan terus mengikuti perkembangan selera
konsumen dan memperkenalkan varian yang lebih
sehat serta ramah lingkungan,
PT. Nissin Biscuit dapat terus berkembang dan mempertahankan posisinya sebagai
salah satu pemain utama di industri biskuit Indonesia.
BAB I
PRODUK USAHA
1.
Filosofi Usaha
PT Nissin Biscuits Indonesia telah beroperasi sejak tahun
1977 dengan pabrik yang berlokasi di Ungaran, Jawa Tengah. Hingga
saat ini telah
memproduksi ratusan produk dengan
beragam merek biskuit, krakers,
kukis, wafer dan makanan
ringan lainnya. Salah satu perusahaan makanan yang telah mampu memasarkan
produk ke setiap penjuru daerah di Indonesia dan mengekspor ke berbagai negara
di dunia.
VISI PT Nissin Biscuit Indonesia yaitu menjadi produsen
biskuit yang berkualitas, higienis dan terbaik di Indonesia. MISI PT Nissin
Biscuit Indonesia memproduksi biskuit dengan menggunakan bahan baku yang
terjamin mutunya, teknologi modern, serta didukung dengan sumber daya manusia
yang unggul dan sistem penjaminan mutu untuk memberikan yang terbaik bagi para
konsumen
2.
Data Usaha
Nama usaha : PT Nissin Biscuit Indonesia
Lokasi : Ungaran, Jawa Tengah, Indonesia Tahun berdiri : 1977
Produk : Nissin Crispy Crackers, Nissin Longer Stick, Nissin Otico, dan Monde Butter Cookies
Sertifikasia. ISO 9001 : 2015
b. ISO 22000 : 2018
c. Hazard Analysis & Critical Control Points (HACCP)
d. Sertifikat HALAL (Majelis Ulama Indonesia / MUI)
e. Standar Nasional Indonesia (SNI) Biskuit 2973 : 2011
BAB II
ANALISIS EKONOMI MAKRO
Dalam menjalankan suatu bisnis, aspek hukum menjadi salah
satu faktor krusial yang harus diperhatikan untuk memastikan keberlanjutan dan
legalitas usaha. Kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku tidak hanya berfungsi
untuk menghindari sanksi hukum, tetapi juga meningkatkan kredibilitas
perusahaan di mata konsumen, investor, serta mitra bisnis.
PT Nissin Biscuit merupakan salah satu produsen makanan
ringan yang telah lama beroperasi di Indonesia dan dikenal luas oleh
masyarakat. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor industri makanan, PT
Nissin Biscuit harus memenuhi berbagai ketentuan
hukum, mulai dari pendirian badan
usaha, perizinan produksi dan
distribusi, hingga kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan ketenagakerjaan. PT Nissin Biscuit
merupakan perusahaan berbentuk Perusahaan Terbatas (PT) karena
beberapa alasan utama:
1.
Perlindungan Hukum
Sebagai badan hukum
yang terpisah, pemilik perusahaan (pemegang saham) memiliki tanggung jawab terbatas terhadap utang
dan kewajiban perusahaan. Artinya, risiko pribadi pemilik lebih kecil
dibandingkan dengan bentuk usaha lain seperti CV atau usaha perseorangan.
2.
Kemudahan dalam Perluasan Usaha
Bentuk PT memudahkan ekspansi
dan pengembangan usaha, baik dalam hal penambahan modal melalui
penerbitan saham maupun kerja sama dengan pihak lain.
3.
Kredibilitas dan Kepercayaan Pasar
Bentuk PT membuat perusahaan lebih dipercaya oleh mitra
bisnis, bank, dan investor karena
adanya struktur kepemilikan yang jelas serta pemisahan antara aset perusahaan dan aset pribadi pemilik.
4.
Akses terhadap Pendanaan Lebih
Luas
Sebagai PT, perusahaan dapat mendapatkan pendanaan dari
berbagai sumber, termasuk investor, obligasi, atau pinjaman perbankan dengan
bunga yang lebih kompetitif.
Berdasarkan analisis, ada beberapa jenis perizinan yang
perlu dipertimbangkan untuk menjalankan usaha PT Nissin Biscuit, diantaranya:
1. Izin usaha dan legalitas dasar
a. Akta Pendirian Perusahaan
- ● Dikeluarkan
oleh notaris dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.
- ● Berisi
nama perusahaan, struktur kepemilikan, bidang usaha, dan modal dasar
perusahaan.
b. Nomor Induk Berusaha
(NIB)
● Dikeluarkan melalui
sistem Online Single Submission (OSS).
● Berfungsi
sebagai tanda daftar perusahaan, angka pengenal impor, dan akses terhadap
berbagai izin operasional lainnya.
c.
Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
● Diperlukan
bagi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi produk
makanan.
●
Dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan setempat.
d.
Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
● Berfungsi sebagai
identitas perusahaan untuk beroperasi secara legal di Indonesia.
e.
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
● Wajib
dimiliki untuk keperluan perpajakan dan pengajuan kredit usaha.
2.
Izin Terkait Keamanan dan Kesehatan Produk
a.
Izin dari Badan Pengawas
Obat dan Makanan
(BPOM)
● Wajib
untuk memastikan bahwa produk makanan yang diproduksi memenuhi standar
kesehatan dan keamanan pangan.
● PT
Nissin Biscuit harus mendaftarkan setiap produknya ke BPOM untuk mendapatkan
nomor registrasi yang sah.
b.
Sertifikat Halal dari Majelis
Ulama Indonesia (MUI)
● Karena produk
PT Nissin Biscuit
dikonsumsi oleh masyarakat luas, sertifikasi halal diperlukan agar dapat diterima oleh
konsumen Muslim di Indonesia.
● Sertifikat
halal memastikan bahwa seluruh bahan baku, proses produksi, dan distribusi
telah sesuai dengan standar syariah Islam.
c.
Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI)
● Dikeluarkan
oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai tanda bahwa produk memenuhi
standar mutu yang berlaku di Indonesia.
3.
Izin Lingkungan dan Tempat Usaha
a.
Izin Lokasi
● Dikeluarkan
oleh Pemerintah Daerah dan wajib dimiliki agar perusahaan bisa mendirikan pabrik atau
fasilitas produksi di lokasi tertentu.
b.
Izin Mendirikan Bangunan
(IMB)/Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)
● Harus
dimiliki jika PT Nissin Biscuit mendirikan pabrik atau gudang penyimpanan.
c.
Izin Lingkungan (AMDAL)
● wajib
bagi perusahaan dengan skala produksi besar untuk memastikan tidak ada
pencemaran lingkungan yang berlebihan.
● Untuk
usaha yang lebih kecil, cukup memiliki Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya
Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL).
4.
Izin Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kerja
a.
BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan
● Setiap
perusahaan wajib mendaftarkan karyawan mereka ke BPJS Kesehatan dan BPJS
Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan sosial kepada pekerja.
b.
Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
● Perusahaan
harus memiliki prosedur keamanan kerja dan melatih karyawan tentang bahaya di
tempat kerja.
● Termasuk dalam kepatuhan terhadap
Undang-Undang No. 1 Tahun
1970 tentang Keselamatan Kerja.
B. Aspek Ekonomi
|
Tahun |
Persentase Kenaikan Produksi |
|
2020 |
1,8% |
|
2021 |
-1,2% |
|
2022 |
4,8% |
|
2023 |
5,1% |
|
2024 |
5,0% |
(Data ini merupakan
ilustrasi berdasarkan tren pertumbuhan ekonomi
Jawa Tengah dan industri makanan ringan)
Seperti halnya ekonomi Jawa Tengah yang mengalami pasang
surut akibat pandemi, PT Nissin Biscuit Indonesia juga mengalami fluktuasi
dalam produksinya. Tahun 2020, pandemi menyebabkan perlambatan pertumbuhan
sebesar 1,8% karena terganggunya rantai pasok dan menurunnya daya beli
konsumen. Pada 2021, perusahaan mengalami kontraksi -1,2%, terutama karena
penurunan konsumsi masyarakat serta kebijakan pembatasan aktivitas ekonomi.
Namun, pada 2022, pemulihan ekonomi mendorong peningkatan
permintaan produk biskuit dan makanan ringan, sehingga pertumbuhan produksi
mencapai 4,8%. Tahun 2023 dan proyeksi 2024 menunjukkan stabilitas pertumbuhan
di sekitar 5%, menandakan bahwa PT Nissin Biscuit berhasil menyesuaikan diri
dengan dinamika pasar dan mempertahankan pangsa pasarnya.
Aspek Ekonomi:
1.
Kontribusi terhadap
Perekonomian:
PT Nissin Biscuit berperan penting dalam meningkatkan
perputaran ekonomi lokal dengan membeli bahan baku dari produsen dalam negeri,
termasuk tepung terigu,
gula, dan minyak nabati dari petani dan pemasok lokal.
Selain itu, perusahaan juga mendukung sektor
transportasi dan distribusi di Jawa Tengah melalui
kerja sama dengan mitra logistik
dan distributor regional.
2.
Penyedia Lapangan Kerja
Dengan lebih dari 700 karyawan, PT Nissin Biscuit
memberikan kontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah,
terutama di sektor manufaktur makanan.
Selain itu, perusahaan juga membuka peluang
bagi pemasok lokal dan UMKM yang bergerak di bidang pengemasan, distribusi, dan pemasaran.
3.
Daya Beli Konsumen:
PT Nissin Biscuit menyesuaikan harga produk sesuai daya beli
masyarakat. Strategi ini diterapkan dengan menghadirkan varian produk dari
berbagai segmen harga, mulai dari biskuit premium hingga produk ekonomis yang tetap menjaga kualitas dan cita rasa.
4.
Ekspansi Pasar dan Daya Saing:
Dengan tren konsumsi makanan ringan yang meningkat, PT
Nissin Biscuit terus memperluas pasar melalui inovasi produk dan strategi
pemasaran yang lebih agresif, termasuk ekspansi ke pasar digital dan e-commerce. Hal ini memungkinkan perusahaan
tetap kompetitif di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin
ketat.
C. Aspek Sosial dan Budaya
Biskuit dan makanan ringan telah menjadi bagian dari budaya
konsumsi masyarakat Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir, tren konsumsi biskuit
terus meningkat, baik sebagai camilan harian maupun pelengkap dalam berbagai
acara keluarga. Inovasi rasa dan tekstur yang beragam menjadikan biskuit sebagai produk yang
digemari oleh berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang terjaga, produk-produk PT Nissin Biscuit Indonesia berhasil masuk ke berbagai lapisan
masyarakat. Keberagaman varian rasa dan kemasan memungkinkan produk ini tetap
relevan dalam dunia kuliner Indonesia, baik untuk konsumsi pribadi maupun
sebagai suguhan dalam berbagai acara.
Memahami pentingnya budaya konsumsi ini, PT Nissin Biscuit
Indonesia terus berinovasi dalam menghadirkan produk yang sesuai dengan selera
masyarakat Indonesia. Dengan memanfaatkan tren konsumsi yang berkembang,
perusahaan tidak hanya mempertahankan eksistensinya tetapi juga memperluas
pasar di industri kuliner nasional.
D. Aspek Teknis dan Operasional
Aspek teknis dalam studi kelayakan bisnis meliputi
elemen-elemen yang berhubungan dengan prosedur pembuatan, teknologi yang
digunakan, kapasitas produksi, dan juga lokasi serta fasilitas tambahan
lainnya.
a. Proses Produksi
PT Nissin Foods Indonesia menghasilkan beragam produk mi
instan serta camilan berbahan dasar gandum. Metode produksinya memanfaatkan
mesin otomatis yang memungkinkan pembuatan dalam skala besar dengan tingkat
efisiensi yang tinggi. Standar keselamatan pangan dijalankan dengan ketat
sesuai dengan regulasi dari BPOM dan juga standar internasional seperti ISO
22000 dan HACCP.
b.
Teknologi yang Digunakan\
Perusahaan ini memanfaatkan mesin serta perangkat modern
untuk menjamin mutu dan keseragaman produk. Teknologi pengovenan digunakan
untuk beberapa jenis produk agar kadar minyak dapat berkurang dan nilai gizi
meningkat. Sistem otomatisasi diterapkan dalam tahap pengemasan untuk
mempercepat alur produksi dan menekan biaya tenaga kerja.
c.
Kapasitas Produksi
Kapasitas produksi PT Nissin Foods Indonesia cukup besar
untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Kapasitas tersebut dapat
ditingkatkan melalui penambahan lini produksi bila permintaan meningkat.
d.
Lokasi dan Infrastruktur
Fasilitas utama PT Nissin Foods Indonesia terletak di
Cikarang, Jawa Barat, yang merupakan kawasan
industri yang strategis. Lokasi tersebut dekat
dengan jalur distribusi utama
seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara, sehingga memudahkan distribusi ke
seluruh Indonesia dan ke luar negeri. Infrastruktur terkait seperti pasokan
listrik, air, dan gas tersedia dengan baik untuk mendukung kelancaran operasional
pabrik.
Aspek operasional mencakup manajemen sistem produksi,
sumber daya manusia, serta efektivitas operasional dalam merespons permintaan
pasar.
a. Manajemen Produksi
PT Nissin Foods Indonesia menerapkan sistem produksi Just in Time (JIT) untuk mengelola persediaan
bahan baku dan mengurangi biaya untuk penyimpanan. Implementasi Lean
Manufacturing bertujuan untuk mengurangi pemborosan selama proses produksi.
Sistem Quality Control (QC) yang ketat diterapkan pada setiap tahap produksi
agar mutu produk terjaga.
b. Sumber Daya Manusia
(SDM)
Karyawan yang terlatih dan berpengalaman dalam sektor
produksi makanan. Program pelatihan biasa diberikan untuk meningkatkan keterampilan karyawan dalam pengoperasian
mesin dan pengelolaan kualitas. Sistem kerja bergilir diterapkan untuk
memastikan bahwa proses produksi tetap berjalan tanpa gangguan.
c.
Rantai Pasokan dan Distribusi
PT Nissin Foods Indonesia memiliki jaringan distribusi yang
luas, mencakup pasar modern, tradisional, serta e-commerce. Kerja sama dengan
distributor besar seperti Indomarco dan Alfamart dilakukan untuk menjamin
ketersediaan produk di berbagai kawasan. Pemanfaatan gudang serta sistem
manajemen logistik berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi pengiriman.
d.
Keberlanjutan dan Efisiensi Energi
Implementasi sistem daur ulang limbah produksi
untuk meminimalkan dampak
terhadap lingkungan.
E. Aspek Manajemen
PT Nissin Biscuit Indonesia merupakan salah satu produsen
biskuit terkemuka di Indonesia yang telah beroperasi sejak tahun 1977 dan
berlokasi di Ungaran, Jawa Tengah.
Perusahaan ini telah
berkembang menjadi produsen
biskuit yang produknya tidak hanya dipasarkan ke seluruh pelosok
indonesia tetapi juga diekspor ke berbagai negara di seluruh dunia. Dalam
analisis studi kelayakan bisnisn aspek manajemen menjadi faktor yang krusial untuk
dikaji secara mendalam untuk menilai performa dan
potensi yang berkelanjutan pada perusahaan. Studi kelayakan dalam aspek manajemen PT Nissin Biscuit
Indonesia mencakup struktur organisasi, sistem pengolahan,
manajemen SDM, manajemen kualitas, serta manajemen rantai pasok yang diterapkan
oleh perusahaan.
1. Manajemen SDM
a. Struktur dan pengelolaan karyawan
PT Nissin Biscuit Indonesia saat ini mempekerjakan sekitar
700 karyawan yang mendukung operasional perusahaan. Jumlah ini cukup signifikan
dan menunjukkan skala bisnis yang besar serta kompleksitas manajemen SDM yang
dihadapi. Meski perusahaan telah banyak menggunakan teknologi dan mesin yang
modern dalam proses produksi, keberadaan SDM tetaplah penting terutama sebagai
operator mesin dan dalam proses yang belum sepenuhnya terotomatisasi seperti
proses pengemasan produk tertentu. Pengelolaan karyawan PT Nissin Biscuit
Indonesia menunjukkan adaptabilitas manajemen terhadap fluktuasi permintaan
pasar. Perusahaan menerapkan strategi penambahan karyawan secara temporer
khususnya empat bulan menjelang lebaran ketika permintaan produk akan meningkat
signifikan. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola biaya tenaga
kerja secara efisien sekaligus memenuhi peningkatan permintaan pasar pada musim tertentu. Fleksibilitas dalam pengelolaan SDM ini
menjadi kekuatan dalam aspek manajemen perusahaan.
b. Pengembangan SDM
Komitmen perusahaan terhadap peningkatan kualitas SDM dapat
dilihat dari misi perusahan yang menekankan pentingnya “Sumber Daya Mnausia yang Unggul”. Hal ini mengindikasikan bahwan PT Nissin
Biscuit Indonesia memandang pengembangan kompetisi para karyawan sebagai
faktor penting dalam mencapai tujuan perusahaan dan mempertahankan daya saing
perusahaan di pasar.
2.
Manajemen Operasional dan
Kualitas
a. Sistem Manajemen
Kualitas
PT Nissin Biscuit
Indonesia menerapkan sistem
manajemen kualitas yang ketat
untuk memastikan produk-produknya telah memenuhi standar yang ditetapkan. Perusahaan melakukan kontrol
yang ketat di setiap tahapan
produksi untuk memastikan kualitas
yang baik. Implementasi Total Quality
Management (TQM) terlihat dari praktik pengendalian kualitas yang diterapkan
dalam proses produksi meskipun masih menggunakan metode konvensional.
Dalam proses produksinya, perusahaan memiliki titik-titik
inspeksi untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga. Pengawasan juga
mencakup quality control untuk memastikan bahwa biskuit yang akan dikemas masih
dalam kondisi yang baik, tidak patah, dan pembumbuan yang dilakukan telah
terlaksana dengan benar.
b. Inovasi dalam manajemen produksi
PT Nissin Biscuit Indonesia secara konsisten melakukan
inovasi untuk mempertahankan daya saing di industri makanan
yang semakin ketat sekarang ini. Inovasi yang dilakukan
meliputi jenis produk, mesin, serta proses dan
kemasan. Kemampuan berinovasi ini menunjukkan fleksibilitas manajemen dalam
beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi serta mencerminkan budaya
continous improvement dalam organiasi.
3.
Manajemen rantai pasok
Salah satu tantangan manajemen yang dihadapi
PT Nissin Biscuit
Indonesia adalah permasalah distribusi produk yang kurang
terencana dengan banyaknya jumlahtitik retailer dan
permintaan produk yang bervariasi di setiap daerah. Untuk mengatasi tantangan
ini, perusahaan menerapkan Supply Chain Management (SCM) yang mengintregasikan
seluruh kegiatan dari pengadaan bahan baku, proses transformasi hingga
pendistribusia pada konsumen. Perusahaan juga memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) sebagai bagian
yang terintegrasi dalam SCM untuk menciptakan alur komunikasi yang jelas
antar setiap kegiatan dan jaringan pendistribusian informasi yang berhubungan
dengan para pelaku dari sistem tersebut. Implementasi information sharing dalam
aktivitas proses produksi menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan
manajemen rantai pasok perusahaan. Pendekatan ini menunjukkan kesadaran
manajemen akan pentingnya integrasi informasi dalam mendukung pengambilan
keputusan yang efektif.
4.
Tantangan dan peluang
manajemen
a. Tantangan dalam
aspek manajemen
Meskipun PT
Nissin Biscuit Indonesia memiliki sistem manajemen yang cukup baik, terdapat
beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Tantangan pertama adalah pengendalian kualitas yang masih
menggunakan metode konvensional, yang mungkin tidak memadai untuk perusahaan
berskala besar dengan pangsa pasar luas. Hal ini terlihat ironis mengingat PT
Nissin Biscuit merupakan perusahaan besar yang telah merambah pangsa pasar
hampir di seluruh Indonesia dan bahkan internasional.
Tantangan kedua adalah belum adanya departemen atau petugas
khusus yang mengurusi masalah kualitas produk, termasuk penanganan produk
cacat. Beban tugas ini saat ini masih ditanggung oleh manager produksi yang juga bertanggung jawab untuk mengawasi
proses produksi
secara
keseluruhan, memberi laporan hasil produksi harian, melaporkan produk rusak,
serta mengurusi kinerja dan perawatan mesin produksi. Konsentrasi tanggung
jawab ini dapat menyebabkan inefisiensi dan menurunkan efektivitas manajemen
kualitas.
b. Peluang pengembangan manajemen.
PT Nissin Biscuit Indonesia memiliki beberapa peluang untuk
meningkatkan efektivitas manajemennya. Pertama, perusahaan dapat mengembangkan
sistem manajemen kualitas yang lebih modern dan komprehensif untuk menggantikan
metode konvensional yang saat ini diterapkan. Implementasi sistem manajemen
kualitas yang lebih canggih dapat meningkatkan efisiensi produksi dan
meminimalkan produk cacat.
Kedua, perusahaan dapat membentuk departemen khusus untuk
manajemen kualitas yang fokus pada pengendalian kualitas produk dan penanganan
produk cacat. Langkah ini dapat mengurangi beban manager produksi dan
meningkatkan efektivitas pengendalian kualitas. Ketiga, perusahaan dapat lebih
mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam manajemen rantai pasok
untuk mengatasi permasalahan distribusi produk yang kurang terencana dan
permintaan yang bervariasi di setiap daerah.
F. Aspek Lingkungan
Analisis studi kelayakan bisnis PT Nissin Biscuit Indonesia
dalam aspek lingkungan menunjukkan bahwa perusahaan memiliki komitmen terhadap
pelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial.
1.
Komitmen ramah lingkungan
a. Pengelolaan dampak
lingkungan
PT Nissin Biscuit Indonesia berlokasi di kawasan industri
Dusun Jatisari, Ungaran, Jawa Tengah. Meski berada di kawasan industri, dampak buruk terhadap lingkungan sekitar relatif kecil. Kondisi
lingkungan di sekitar pabrik tergolong bersih dengan saluran air yang tidak
tercemar dan jalanan yang terawat
baik. Tidak ada keluhan warga
terkait pencemaran atau masalah kesehatan akibat aktivitas
pabrik.
b. Isu polusi
dan kemasan ramah
lingkungan
Perusahaan memperhatikan isu polusi dan keterbatasan sumber
daya alam. Salah satu langkah yang diambil adalah menciptakan produk
yang menggunakan kemasan ramah lingkungan untuk mendukung gerakan perlindungan
alam.
2. Corporate Social
Responsibility (CSR)
a. Bantuan kepada
masyarakat sekitar
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial PT Nissin Bscuit
Indonesi memberi bantuan kepada masyarakat sekitar melalui program CSR. Bantuan
ini mencakup dana, bahan material, hingga partisipasi perusahaan dalam kegiatan
masyarakat seperti menyumbang hewan kurban saat Idul Adha.
b.
Dampak positif CSR pada lingkungan sosial
Kebijakan CSR perusahaan turut berkonribusi pada kebersihan
lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar pabrik. Dusun Jatisari tempat
pabrik didirikan tetap terjaga kebersihannya meskipun berada di kawasan
industri. Hal ini menunjukkan efektivitas CSR perusahaan dalam menjaga kualitas
lingkungan hidup. Pemanfaatan energi yang lebih efisien dengan penggunaan mesin hemat listrik
dan pengelolaan limbah
yang ramah lingkungan.
G. Aspek Pemasaran
1.
SEGMENTASI PASAR
· Segmentasi demografi :
o
Usia : 5
– 50 tahun
o
Jenis Kelamin : Laki-laki
dan perempuan
o Pendapatan
dan Status Ekonomi : Kelas Menengah ke Bawah dan Kelas Menengah ke Atas
o Pekerjaan
: pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, dan pejabat
· Segmentasi Psikografi :
o
Berdasarkan Gaya Hidup : Konsumen
yang sering membeli biskuit untuk konsumsi keluarga atau acara kumpul bersama
dan Konsumen yang memperhatikan
kandungan nutrisi dan memilih makanan sehat.
o
Berdasarkan Kepribadian : Konsumen
yang suka mencoba berbagai merek biskuit sebelum memutuskan yang terbaik.
·
Segmentasi Geografis :
o
Berfokus pada kota kota besar dengan mobilitas tinggi.
o
Wilayah dengan populasi
terbesar dan daya beli tinggi,
dengan pusat perbelanjaan yang dekat.
·
Segmentasi Behavioral :
o
Mengutamakan cita rasa dan tekstur
saat memilih biskuit.
o
Selalu membeli produk
Nissin dan tidak mudah beralih
ke merek lain.
o Membeli produk
hanya pada momen tertentu, seperti
saat Lebaran atau perayaan keluarga.
2.
TARGETING
· Anak – anak dan
Remaja
o
Menyukai makanan praktis
yang mudah dibawa kemana aja
o
Nissin Wafer, Crispy Crackers, dan Cheese Crackers
dengan rasa manis dan
kemasan menarik
o
Memiliki berbagai varian
rasa yang menarik
untuk dikonsumsi
· Pekerja
o Menyukai Biskuit
ringan seperti Lemonia
dan Cheese Crackers
sebagai camilan harian.
o
Menginginkan makanan sehat yang dapat di konsumsi
setiap hari
o Memilih biscuit
yang memiliki cita rasa yang tidak bikin boring saat bekerja.
·
Keluarga dan Ibu rumah tangga
o
Marie Susu dan Crackers dalam kemasan besar untuk konsumsi
keluarga.
o
Ingin menyajikan camilan
yang berkualitas tinggi
dan sehat untuk keluarga
o
Menginginkan isi yang banyak agar dapat dikonsumsi bersama sanak saudara.
3.
POSITIONING
PT. Nissin Biscuit Indonesia membangun citra merek di benak
konsumen sehingga produk-produknya memiliki daya saing yang kuat di pasar.
· Keunggulan Produk : Keunggulan utama yang tidak
dimiliki pesaing yaitu
cita rasa klasik yang autentik. Selain itu, perusahaan juga terus
mengembangkan inovasi produk dengan menghadirkan varian rasa baru yang
mengikuti tren pasar. Dari segi kualitas, PT. Nissin Biscuit menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi, dengan pilihan varian sehat seperti biskuit rendah gula dan tinggi serat untuk memenuhi
kebutuhan konsumen yang lebih peduli terhadap kesehatan.
·
Berdasarkan
Target Pasar : PT. Nissin Biscuit memposisikan produknya sebagai
"Biskuit untuk Segala Usia & Momen", yang dapat dinikmati oleh
berbagai segmen konsumen. Untuk anak-anak dan remaja, produk
seperti Wafer dan Crispy
Crackers dikampanyekan sebagai camilan seru yang menemani aktivitas sehari-hari. Bagi keluarga dan ibu rumah tangga, biskuit
seperti Marie Susu dan
Lemonia ditekankan sebagai pilihan tepat untuk kebersamaan. Sementara itu,
untuk konsumen yang peduli kesehatan, tersedia varian rendah gula dan tinggi serat
seperti biskuit gandum.
Bagi pekerja dan mahasiswa yang membutuhkan camilan praktis, produk
seperti Cheese Crackers dan Wafer menjadi solusi cepat dan mengenyangkan.
Dengan strategi ini, PT. Nissin Biscuit memastikan setiap segmen mendapatkan
produk yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka.
· Berdasarkan Kompetitor :
Dibandingkan dengan kompetitor seperti Roma (Mayora), Khong Guan, dan Monde, PT. Nissin Biscuit
menonjol dengan varian produk yang lebih beragam dan
fleksibel, mencakup biskuit klasik hingga inovatif. Selain itu, dibandingkan biskuit premium, Nissin
menawarkan kualitas tinggi
dengan harga lebih kompetitif, sehingga tetap terjangkau bagi berbagai
kalangan. Keunggulan lainnya adalah Kekuatan dalam aspek nostalgia dan
kebersamaan, di mana produk seperti Marie Susu dan Lemonia telah lama menjadi
bagian dari tradisi keluarga Indonesia. Dengan kombinasi ini, PT. Nissin
Biscuit mampu mempertahankan daya saing dan loyalitas konsumen di pasar biskuit
Indonesia.
· Slogan dan Brand Image :
PT. Nissin Biscuit membangun citra mereknya dengan menonjolkan kualitas,
kelezatan, dan keterjangkauan dalam setiap produknya. Slogan seperti
"Nissin, Biskuit Lezat untuk Setiap Momen!", "Camilan Favorit
Keluarga Indonesia!", dan "Rasa Terbaik,
Harga Bersahabat!"
memperkuat branding sebagai biskuit yang cocok untuk segala usia dan berbagai
kesempatan. Dengan pendekatan ini, Nissin ingin dikenal sebagai merek yang tidak hanya menghadirkan rasa yang lezat tetapi juga menciptakan
momen kebersamaan bagi konsumennya.
4.
POTENSI PASAR
PT. Nissin Biscuit memiliki potensi pasar yang besar di
industri makanan ringan Indonesia, didukung oleh meningkatnya konsumsi biskuit
sebagai camilan sehari-hari. Industri
biskuit terus bertumbuh
seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang
semakin mengutamakan makanan praktis dan bergizi. Permintaan tinggi datang dari
keluarga, pekerja, pelajar, serta pecinta camilan sehat, yang mencari produk
berkualitas dengan harga terjangkau.
Selain itu, tren konsumsi makanan sehat membuka peluang
bagi Nissin untuk mengembangkan varian biskuit rendah gula, tinggi serat, dan
berbahan gandum. Pertumbuhan e-commerce juga memperluas akses pasar,
memungkinkan produk Nissin menjangkau konsumen lebih luas, termasuk di daerah
yang sulit dijangkau oleh distribusi konvensional. Dengan strategi inovasi
produk, pemasaran digital, dan ekspansi distribusi, PT. Nissin Biscuit memiliki
peluang besar untuk meningkatkan pangsa pasar dan memperkuat posisinya sebagai
salah satu pemain utama di industri biskuit Indonesia.
H. Aspek Keuangan
Laporan Laba Rugi PT Nissin Biscuit Indonesia
Laporan
laba rugi adalah laporan keuangan yang mengukur keberhasilan kinerja perusahaan
selama satu periode. Informasi kinerja perusahaan yangterkandung dalam laporan
laba rugi digunakan
untuk menilai dan memprediksi jumlah,
waktu, dan kekuatan arus kas masa depan.Laporan laba rugi membantu
pengguna dalam menjalankan kinerja perusahaandi masa lalu, menyediakan dasar
untuk memprediksi kinerja masa depan, danmembantu menilai risiko atau mengukur arus kas
masa depan. Meskipun
demikian, pengguna laporan
keuangan harus menyadari bahwa laporanlaba rugi disusun
berdasarkan asumsi dan kebijakan akuntansi tertentu. Berikut merupakan laporan
laba rugi PT. Nissin Biacuit:
BAB III KESIMPULAN
Studi kelayakan bisnis merupakan proses penting dalam
menilai potensi keberhasilan suatu usaha dengan
menganalisis berbagai aspek
seperti hukum, ekonomi,
sosial budaya, teknis dan operasional, manajemen,
lingkungan, pemasaran, dan keuangan. Aspek hukum memastikan terpenuhinya
regulasi dan perizinan yang berlaku, sedangkan aspek ekonomi memberikan potensi
keuntungan melalui proyeksi pendapatan dan analisis finansial. Aspek sosial
budaya membantu memahami penerimaan masyarakat terhadap produk atau jasa yang
ditawarkan, sementara aspek teknis dan operasional menilai kesiapan teknologi serta efisiensi
proses produksi. Selain itu, aspek manajemen fokus pada kompetensi tim pengelola usaha, dan
aspek lingkungan memastikan dampak usaha terhadap lingkungan sekitar tetap
terkendali. Aspek pemasaran menganalisis strategi untuk menjangkau target pasar
secara efektif, sedangkan aspek keuangan memberikan gambaran tentang kesehatan
finansial usaha melalui proyeksi pendapatan, biaya, dan laba bersih.
Secara keseluruhan, studi kelayakan bisnis memberikan
panduan yang komprehensif untuk pengambilan keputusan terkait pelaksanaan suatu
proyek atau usaha. Dengan mempertimbangkan semua aspek
di atas secara
mendalam, pemilik usaha
dapat meminimalkan risiko serta
memaksimalkan peluang keberhasilan dalam menjalankan bisnis
mereka. Jika hasil analisis menunjukkan bahwa semua
aspek layak dan mendukung keberhasilan usaha, maka proyek dapat dilanjutkan
dengan optimisme yang tinggi. Studi ini juga menjadi dasar untuk merancang
strategi bisnis yang lebih terarah dan berkelanjutan.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik Jawa Tengah. (2024). Pertumbuhan
ekonomi Jawa Tengah
tahun 2020- 2024. Retrieved from https://jateng.bps.go.id/id
Gl, et al.
(2003). Analisis pertumbuhan ekonomi dan
dampaknya terhadap industri. Jakarta: Penerbit Ekonomi Nasional.
Rahmatika,
V. (2013). Laporan Kuliah Kerja Lapangan
(KKL) PT Nissin Biscuit Indonesia. Retrieved from http://rahmatikavarid.blogspot.com
Blog UNNES.
(2015). Pengaruh CSR Perusahaan Nissin terhadap masyarakat Dusun Jatisari.
Retrieved from https://blog.unnes.ac.id/maharanielma
Tambah Pinter.
(2023). Analisis SWOT PT Nissin Biscuit
Indonesia. Retrieved from https://tambahpinter.com/analisis-swot-pt-nissin-biscuit/
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. (2023).
Regulasi industri makanan dan minuman
di Indonesia. Retrieved from https://kemenperin.go.id
Undang-Undang
Nomor 8 Tahun 1999 tentang
Perlindungan Konsumen. (1999).
Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Undang-Undang
Nomor 18 Tahun
2012 tentang Pangan.
(2012). Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
HashMicro. (2024). Implementasi ERP pada PT Nissin: Solusi Bisnis yang Efektif.
Scribd. (2023). Manajemen.
Jurnal DCC. (2020).
Sistem Informasi Manajemen Aset IT di PT Nissin
Foods Indonesia. AyoKerja.id.
(2024). Gaji dan Sistem Kerja PT Nissin Foods Indonesia.
Scribd. (2023).
PT Nissin Biscuit
Indonesia.
Master System. (2024).
Transformasi Website Nissin
Food Indonesia Bersama
AWS Lightsail. BukaJobs.com.
(2025). PT Nissin Foods Indonesia.
Jurnal Mahasiswa STIESIA. (2020).
Pengaruh Kualitas Produk,
Promosi, dan Harga
terhadap Keputusan Pembelian Mie Ramen Nissin di Bonnet Supermarket
Surabaya.
Union05.lu. (2024). Lowongan
Kerja Staff Gudang
PT Nissin Foods Indonesia, Cikarang.
Komentar
Posting Komentar