ANALISIS STUDI KELAYAKAN BISNIS PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK

 ANALISIS PERUSAHAAN PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK DENGAN SEGALA ASPEK UNTUK TUGAS STUDI KELAYAKAN BISNIS

NAMA : ROMA AJI SETIAWAN

KELAS : MBS 4A

NIM : 235211017

MATA KULIAH : STUDI KELAYAKAN BISNIS


PT Waskita Karya (Persero) Tbk, atau yang lebih dikenal dengan Waskita Karya, adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi. Sejarahnya dimulai sejak masa pendudukan Belanda dengan nama NV Volker Aannemings Maatschappij. Setelah kemerdekaan, perusahaan ini dinasionalisasi dan pada tahun 1961 resmi menjadi PT Waskita Karya.

Selama puluhan tahun, Waskita Karya telah memainkan peran penting dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Perusahaan ini terlibat dalam berbagai proyek besar, termasuk pembangunan jalan tol, jembatan, bendungan, bandara, dan gedung-gedung bertingkat. Dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki, Waskita Karya telah menjadi salah satu pemain utama dalam industri konstruksi di Indonesia.

1. ASPEK HUKUM

 Sebagai perusahaan publik, Waskita Karya tunduk pada berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait keterbukaan informasi dan transaksi afiliasi. Salah satu transaksi afiliasi yang dilakukan adalah pemberian fasilitas pinjaman oleh anak perusahaannya, PT Waskita Toll Road, kepada PT Cimanggis Cibitung Tollways, yang diumumkan sesuai dengan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan . 

Selain itu, Waskita Karya menghadapi permasalahan hukum, seperti dugaan penyimpangan penggunaan fasilitas pembiayaan yang sedang diselidiki oleh Kejaksaan Agung . Perusahaan juga pernah mengajukan permohonan pendapat hukum (legal opinion) kepada Kejaksaan Tinggi Bali untuk memastikan tidak adanya benturan kepentingan dalam kegiatan usahanya . Analisis yuridis terhadap perjanjian standar pengikatan jual beli kavling oleh PT Waskita Karya Cabang Sarana Papan menunjukkan ketidaksesuaian dengan asas-asas perjanjian, sehingga dapat dinyatakan batal demi hukum . Kasus-ka sus ini menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip hukum dalam operasional perusahaan untuk menghindari konsekuensi hukum yang merugikan. 

2. ASPEK SOSIAL

PT Waskita Karya (Persero) Tbk, sebagai perusahaan konstruksi milik negara, menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab sosial melalui berbagai inisiatif yang mencakup pengelolaan tenaga kerja, hubungan dengan masyarakat sekitar, dan interaksi dengan pengguna jasa atau pemberi kerja. Perusahaan ini berupaya menciptakan hubungan sosial-ekonomi yang harmonis dengan prinsip utama bekerja bersama seluruh pemangku kepentingan.  

Dalam penerapan program tanggung jawab sosial, Waskita Karya mengacu pada standar ISO 26000 tentang Panduan Tanggung Jawab Sosial. Salah satu implementasinya adalah melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), yang meliputi pemberian bantuan pendidikan, peningkatan kesehatan, pembangunan sarana ibadah, serta pelestarian alam.  

3. ASPEK EKONOMI

PT Waskita Karya (Persero) Tbk memainkan peran penting dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kinerja keuangan perusahaan ini menunjukkan penurunan yang signifikan. Pendapatan perusahaan mengalami penurunan drastis dari Rp48,8 triliun pada tahun 2018 menjadi Rp14,8 triliun pada tahun 2019 dan Rp8,04 triliun pada tahun 2020. Penurunan pendapatan ini berdampak pada rasio likuiditas dan solvabilitas perusahaan. Rasio likuiditas, yang diukur dengan current ratio dan cash ratio, menunjukkan bahwa aset lancar perusahaan tidak cukup untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo.

 Sementara itu, rasio solvabilitas, yang diukur dengan debt to asset ratio dan debt to equity ratio, menunjukkan bahwa lebih dari separuh pendanaan perusahaan dibiayai oleh utang, yang mengindikasikan risiko keuangan yang tinggi. Analisis menggunakan metode Altman Z-Score juga menunjukkan bahwa PT Waskita Karya berada dalam zona potensi kebangkrutan selama periode 2019-2020, dengan skor Z sebesar 0,72 pada tahun 2019 dan -0,08 pada tahun 2020, yang keduanya berada di bawah ambang batas 1,81. Meskipun pemerintah telah memberikan Penanaman Modal Negara (PMN) pada tahun 2021 dan 2022 untuk memperbaiki struktur permodalan perusahaan, kondisi keuangan PT Waskita Karya tetap menunjukkan potensi menuju kebangkrutan, yang berdampak pada pemerintah dan masyarakat sebagai pemegang saham.  

4. ASPEK LINGKUNGAN

PT Waskita Karya (Persero) Tbk menunjukkan komitmen terhadap aspek lingkungan melalui berbagai inisiatif dan implementasi sistem manajemen yang berkelanjutan. Perusahaan ini telah mengadopsi Sistem Manajemen Lingkungan berbasis ISO 14001:2015, yang mencakup pengelolaan aspek kebisingan dan limbah cair dalam proyek-proyeknya. Salah satu contohnya adalah Proyek Apartemen Nines oleh PT Waskita Karya Realty, yang telah menerapkan siklus Plan, Do, Check, Action (PDCA) sesuai standar tersebut.  

Namun, dalam perjalanannya, PT Waskita Karya juga menghadapi tantangan terkait dampak lingkungan. Pada tahun 2017, misalnya, terjadi kasus pencemaran sungai akibat limbah semen cair oleh Waskita Precast di Kayuagung, Sumatera Selatan. Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan dan peningkatan berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan. 

Secara keseluruhan, PT Waskita Karya berupaya mengintegrasikan aspek lingkungan dalam operasionalnya, baik melalui penerapan sistem manajemen lingkungan yang terstandarisasi maupun melalui inovasi dalam pengembangan produk dan proses produksi yang ramah lingkungan. Langkah-langkah ini mencerminkan kesadaran perusahaan akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan kelestarian lingkungan.

5.ASPEK PASAR

PT Waskita Karya Tbk merupakan salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia yang memiliki pangsa pasar yang luas, baik di sektor infrastruktur, gedung, maupun industri konstruksi lainnya. Dalam aspek pasar, Waskita Karya memiliki keunggulan dalam proyek-proyek strategis pemerintah seperti jalan tol, jembatan, dan bendungan. Keberhasilan perusahaan dalam mendapatkan proyek-proyek besar didukung oleh pengalaman, teknologi, dan kapabilitas sumber daya manusia yang mumpuni. Namun, tantangan dalam aspek pasar mencakup persaingan ketat dengan perusahaan konstruksi lain, fluktuasi harga bahan baku, serta regulasi pemerintah yang dapat mempengaruhi proyek yang sedang berjalan.

 Selain itu, kondisi ekonomi dan kebijakan investasi juga menjadi faktor eksternal yang dapat mempengaruhi keberlanjutan proyek Waskita Karya. Untuk tetap bersaing, perusahaan perlu terus meningkatkan efisiensi, inovasi, serta memperkuat strategi pemasaran dan diversifikasi bisnis agar tetap relevan dalam industri konstruksi yang dinamis.

6.ASPEK SDM DAN MANAJEMEN

PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengimplementasikan berbagai strategi dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan manajemen perusahaan untuk meningkatkan daya saing dan kinerja. Salah satu inisiatif penting adalah penerapan Human Capital Management Online (HCM Online) melalui aplikasi Waskita Employee Self-Service Technology (WEST). Aplikasi ini memungkinkan transformasi fungsi SDM tradisional menjadi versi daring dan layanan mandiri, sehingga meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan data kepegawaian, kesehatan, dan penggajian yang dapat diakses secara online oleh karyawan.

Penelitian oleh Suparmono et al. (2022) menunjukkan bahwa manajemen talenta dan budaya organisasi yang kuat di PT Waskita Karya berpengaruh positif terhadap keterlibatan karyawan (employee engagement) dan kapabilitas mereka. Hal ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan talenta dan pembentukan budaya perusahaan yang mendukung untuk meningkatkan kinerja karyawan.  

Namun, tantangan dalam aspek SDM tetap ada. Studi oleh Romdhon (2024) mengidentifikasi adanya kesenjangan kompetensi antara standar yang ditetapkan perusahaan dengan kondisi aktual manajer proyek. Temuan ini menekankan perlunya program pengembangan SDM yang tepat guna mengatasi kesenjangan tersebut dan meningkatkan kompetensi manajer proyek.  

Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM, PT Waskita Karya juga telah mengadakan pelatihan berdasarkan ISO 45001:2018 Occupational Health and Safety Management System. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi auditor internal Quality Health Safety Environment (QHSE) dan mencapai kinerja unggul dengan zero accident. Secara keseluruhan, PT Waskita Karya menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas SDM dan manajemen melalui berbagai inisiatif dan program, meskipun masih terdapat tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai kinerja optimal.


7.ASPEK TEKNIS PRODUKSI DAN OPERASI

PT Waskita Karya (Persero) Tbk adalah perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia yang mengutamakan aspek teknis dalam produksi dan operasinya untuk memastikan kualitas dan efisiensi. Salah satu pendekatan utama yang diterapkan adalah integrasi prinsip-prinsip Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE) ke dalam seluruh proses operasional. Hal ini mencakup desain produk, rantai pasokan, produksi, dan layanan pelanggan, dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan secara berkelanjutan.  

Selain itu, Waskita Karya memahami pentingnya pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang kuat sebagai aspek krusial dalam pengembangan bisnis. Perusahaan menerapkan tata kelola SDM yang efektif untuk mendukung operasional dan mencapai sasaran bisnis yang diinginkan 

Dalam upaya meningkatkan kinerja, Waskita Karya juga melakukan analisis internal dan eksternal untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam bisnisnya. Analisis ini membantu perusahaan dalam merumuskan strategi operasional yang tepat dan meningkatkan daya saing di industri konstruksi 

8. ASPEK KEUANGAN

Analisis terhadap aspek keuangan perusahaan ini memberikan gambaran mengenai kinerja dan stabilitas finansialnya. Dari sisi likuiditas, rasio lancar dan rasio cepat PT Waskita Karya menunjukkan penurunan selama periode 2019 hingga 2020. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya mengalami penurunan, yang mungkin disebabkan oleh peningkatan kewajiban lancar atau penurunan aset lancar. 

Dalam hal solvabilitas, rasio utang terhadap aset (debt to assets ratio) dan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) perusahaan cenderung meningkat pada periode yang sama. Ini menunjukkan bahwa PT Waskita Karya semakin bergantung pada utang untuk mendanai asetnya, yang dapat meningkatkan risiko keuangan jika tidak dikelola dengan baik.  


Profitabilitas perusahaan, yang diukur melalui return on assets (ROA) dan return on equity (ROE), mengalami penurunan signifikan selama pandemi COVID-19. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset dan ekuitas yang dimilikinya. Selain itu, perputaran aset total (total asset turnover) perusahaan menunjukkan penurunan, mengindikasikan bahwa efisiensi PT Waskita Karya dalam menggunakan aset untuk menghasilkan pendapatan menurun selama periode tersebut

KESIMPULAN 

PT Waskita Karya (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan konstruksi besar di Indonesia yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pembangunan infrastruktur. Namun, perusahaan ini menghadapi sejumlah tantangan di berbagai aspek. Dari sisi hukum, meskipun mematuhi regulasi yang berlaku, Waskita Karya masih menghadapi permasalahan hukum terkait penyimpangan penggunaan fasilitas pembiayaan dan perjanjian yang tidak sesuai dengan asas perjanjian. Secara sosial, perusahaan berkomitmen terhadap tanggung jawab sosial dengan berbagai program kemitraan dan pelestarian lingkungan.

 Namun, secara ekonomi, kinerja keuangan perusahaan mengalami penurunan drastis, dengan rasio likuiditas dan solvabilitas yang menunjukkan risiko kebangkrutan. Meskipun demikian, pemerintah telah memberikan dukungan modal untuk memperbaiki struktur keuangan. Di aspek lingkungan, Waskita Karya menunjukkan komitmen pada keberlanjutan, meskipun ada tantangan terkait dampak lingkungan seperti kasus pencemaran. Dalam aspek pasar, perusahaan tetap bersaing ketat meskipun menghadapi fluktuasi harga dan persaingan yang ketat.

 Sumber daya manusia dan manajemen perusahaan juga menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas SDM melalui teknologi dan pelatihan, meskipun masih ada kesenjangan kompetensi yang perlu diatasi. Secara keseluruhan, meskipun Waskita Karya memiliki potensi besar, perusahaan harus terus memperbaiki pengelolaan keuangan, manajemen SDM, serta berfokus pada keberlanjutan lingkungan dan sosial untuk memastikan kelangsungan dan pertumbuhan di masa depan.





DAFTAR PUSTAKA

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. "Informasi Transaksi Afiliasi." https://investor.waskita.co.id/newsroom/20240911_WSKT_Informasi_Transaksi_Afiliasi_31724993_lamp4.pdf

Panggabean, R. R., & Pratiwi, R. N. (2011). Analisis Penerapan Program PKBL Berdasarkan Prinsip Umum Corporate Social Responsibility (CSR): Studi Kasus pada PT Waskita Karya. Binus Business Review, 2(2), 812-824. 

Manalu, J. (2023). Analisis Kinerja Keuangan PT Waskita Karya Tbk. Jurnal PBM, 23(42). 

Rifai, Aisyah Labibah. "Studi Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan dalam Aspek Kebisingan dan Limbah Cair Proyek Apartemen Nines PT. Waskita Karya Realty." Universitas Bakrie, 2020. 

Media Ekonomi & Bisnis. (2024). “Prospek Industri Konstruksi di Indonesia.” Jurnal Ekonomi & Bisnis, Vol. 12, No. 1, pp. 45-60.

Aprillia, L. (2016). Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Pengembangan Karir dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Kantor Pusat PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Skripsi S1 Manajemen, Universitas Mercu Buana. 

Suparmono, I., W.A, D.R., Abdurrahman, D., Iftikhar, D.N., & Gunawan, A.W. (2022). Pengaruh Talent Management, Organizational Culture terhadap Employee Capability dengan Employee Engagement sebagai Variabel Mediasi pada Karyawan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Perusahaan pada PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory)

Analisis Studi Kelayakan Bisnis Pada PT. Pertamina (Persero)

ANALISIS PT. GARENA INDONESIA