Analisis PT Garuda Indonesia Tbk
Nama: Mutiara Rivadina
NIM: 235211013
Kelas: MBS 4A
Analisis Studi Kelayakan Bisnis
PT Garuda Indonesia Tbk
Studi kelayakan bisnis menjadi langkah penting dalam setiap pengambilan keputusan strategis, terutama bagi perusahaan besar seperti PT Garuda Indonesia Tbk. Proses ini membantu perusahaan untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap berbagai faktor yang memengaruhi operasional dan potensi keuntungan, serta mengidentifikasi risiko dan peluang yang mungkin muncul. Bagi Garuda Indonesia, yang beroperasi di industri penerbangan yang sangat kompetitif, studi kelayakan bisnis tidak hanya berguna untuk menentukan kelayakan proyek baru, tetapi juga untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan perusahaan.
1. Sejarah PT Garuda Indonesia Tbk
Penerbangan sipil Indonesia dimulai pada 26 Januari 1949, ketika Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) menyewakan pesawat yang dinamai “Indonesian Airways” kepada pemerintah Burma. Namun, setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949, maskapai ini berakhir dan pesawat beserta awaknya baru bisa kembali ke Indonesia pada tahun 1950, lalu dikembalikan kepada AURI sebagai Dinas Angkutan Udara Militer.
Setelah penandatanganan KMB, Belanda menyerahkan kekayaan pemerintah Hindia Belanda, termasuk maskapai KLM-IIB, kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). Pada 21 Desember 1949, perundingan antara pemerintah Indonesia dan KLM menghasilkan lahirnya Garuda Indonesian Airways (GIA), nama yang dipilih langsung oleh Presiden Soekarno. Untuk mempersiapkan staf udara Indonesia, KLM menempatkan stafnya sementara waktu. Karena itulah selama masa peralihan ini Direktur Utama pertama GIA adalah Dr. E. Konijneburg dari Belanda, dengan armada pertama yang berasal dari KLM-IIB.
Garuda Indonesia saat ini melayani lebih dari 60 destinasi di seluruh dunia, mengedepankan konsep layanan ‘Garuda Indonesia Experience’ yang mengadaptasi nuansa ‘Indonesian Hospitality’. Sebagai maskapai pembawa bendera bangsa, Garuda Indonesia mengoperasikan 142 pesawat, sementara Citilink mengoperasikan 68 armada. Maskapai ini telah meraih berbagai penghargaan, termasuk peringkat 5-Star On Time Performance Rating 2020 dan ‘The Best Airline in Indonesia’ selama 4 tahun berturut-turut. Dengan posisinya sebagai pemimpin pasar penerbangan full-service di Indonesia, Garuda Indonesia terus memperkuat statusnya sebagai maskapai nasional yang siap bersaing di industri penerbangan global.
2. Visi dan Misi PT Garuda Indonesia Tbk
a. Visi
Visi Garuda Indonesia adalah “To become a sustainable aviation group by connecting Indonesia and beyond while delivering Indonesian Hospitality”
b. Misi
Misi Garuda Indonesia adalah “Strengthening business fundamental through strong revenue growth, cost leadership implementation, organization effectiveness and group synergy reinforcement while focusing on high standard of safety and customer-oriented services delivered by professional & passionate employees.”
3. Aspek Hukum dan Kelembagaan
a. Aspek Hukum
Untuk memastikan kelancaran operasional dan meminimalisir risiko hukum, PT Garuda Indonesia Tbk harus memperhatikan berbagai aspek hukum yang berlaku. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah:
1. Regulasi Pemerintah
Beberapa regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia yang berpengaruh terhadap operasional Garuda Indonesia antara lain:
• Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan: Mengatur penyelenggaraan penerbangan, keselamatan, dan keamanan.
• Peraturan Menteri No. 30 Tahun 2015: Mengenai sanksi administratif atas pelanggaran regulasi penerbangan.
• Peraturan Menteri No. 89 Tahun 2015: Mengatur penanganan keterlambatan penerbangan dan hak-hak penumpang.
• Peraturan Menteri No. 127 Tahun 2015: Program keamanan penerbangan nasional.
• Peraturan Menteri No. 153 Tahun 2015: Pengamanan kargo dan pos yang diangkut dengan pesawat udara.
• Peraturan Menteri No. 159 Tahun 2015: Perubahan atas regulasi penyelenggaraan angkutan udara.
Selain peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, PT Garuda Indonesia Tbk juga harus mematuhi berbagai regulasi internasional yang ditetapkan oleh badan-badan penerbangan dunia. Dua organisasi utama yang mengatur standar penerbangan internasional adalah ICAO (International Civil Aviation Organization) dan IATA (International Air Transport Association).
• ICAO (International Civil Aviation Organization) adalah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang membantu 193 negara untuk bekerja sama dan berbagi wilayah udara demi keuntungan bersama. ICAO merupakan badan yang menetapkan standar keselamatan penerbangan sipil internasional. Sebagai maskapai internasional, Garuda Indonesia wajib mematuhi pedoman ICAO terkait keselamatan penerbangan, sertifikasi pesawat, serta pelatihan dan sertifikasi pilot. ICAO juga menetapkan prosedur keselamatan yang harus diterapkan oleh maskapai penerbangan dalam situasi darurat dan pengelolaan risiko keselamatan penerbangan.
• IATA (International Air Transport Association) adalah asosiasi perdagangan untuk maskapai penerbangan dunia, yang mewakili sekitar 340 maskapai penerbangan yang menguasai 80% lalu lintas udara global. IATA merupakan asosiasi global yang mengatur standar operasional dan layanan penerbangan internasional. Garuda Indonesia harus mengikuti pedoman IATA terkait tarif penerbangan, pengangkutan barang dan penumpang, serta protokol kesehatan dan keamanan yang berlaku di industri penerbangan internasional.
2. Perlindungan Data Pribadi
Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) mengatur tentang kewajiban perusahaan dalam melindungi data pribadi penumpang.
• Prinsip Perlindungan Data Pribadi (Pasal 4): Garuda Indonesia harus mengumpulkan dan memproses data pribadi dengan cara yang transparan, akuntabel, dan aman.
• Pengumpulan dan Pemrosesan Data (Pasal 5): Pengumpulan data pribadi hanya boleh dilakukan untuk tujuan yang jelas dan sah, dengan izin dari penumpang.
• Hak Subjek Data Pribadi (Pasal 7): Penumpang berhak untuk mengakses, memperbaiki, dan menghapus data pribadi mereka yang ada pada Garuda Indonesia.
• Pengalihan Data Pribadi (Pasal 9): Garuda Indonesia harus memastikan bahwa jika data pribadi penumpang dialihkan ke luar negeri, negara penerima memiliki perlindungan data yang setara dengan yang ada di Indonesia.
• Keamanan Data (Pasal 14): Garuda Indonesia wajib menjaga keamanan data pribadi dengan langkah-langkah teknis dan organisasi yang memadai.
• Sanksi Hukum (Pasal 32): Garuda Indonesia akan dikenakan sanksi jika melanggar ketentuan UU PDP, termasuk denda atau tindakan hukum lainnya.
3. Perlindungan Konsumen
Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mengatur hak dan kewajiban konsumen serta pelaku usaha. Berikut adalah beberapa pasal yang relevan untuk Garuda Indonesia:
• Pasal 4–Hak Konsumen: Konsumen berhak untuk mendapatkan informasi yang jelas tentang barang dan/atau jasa, memilih barang/jasa sesuai keinginan, dan mendapatkan pelayanan yang aman dan sehat.
• Pasal 7–Kewajiban Pelaku Usaha: Pelaku usaha wajib memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai barang dan/atau jasa yang ditawarkan serta memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian.
• Pasal 8 –Larangan Praktik Usaha yang Merugikan Konsumen: Pelaku usaha dilarang melakukan tindakan yang merugikan konsumen dengan cara menipu, memanipulasi, atau tidak memenuhi standar yang telah dijanjikan.
• Pasal 9–Penyelesaian Sengketa: Konsumen berhak untuk mendapatkan penyelesaian sengketa dengan pelaku usaha melalui mekanisme yang disepakati bersama atau lembaga penyelesaian sengketa.
• Pasal 19 – Ganti Rugi: Konsumen berhak mendapatkan ganti rugi apabila mengalami kerugian akibat barang dan/atau jasa yang tidak sesuai dengan perjanjian atau standar yang dijanjikan.
• Pasal 20 – Kompensasi: Pelaku usaha wajib memberikan kompensasi berupa pengembalian barang, penggantian, atau pembayaran ganti rugi kepada konsumen yang dirugikan.
b. Aspek Kelembagaan
Struktur organisasi PT Garuda Indonesia terdiri dari empat elemen utama, yaitu Unsur Pelaksana, Unsur Pendukung, Unit Bisnis Strategis, dan Anak Perusahaan. Berikut adalah penjelasan singkat dari setiap elemen:
1. Unsur Pelaksana
Dipimpin oleh Direktur yang bertugas menjalankan kebijakan perusahaan dan mengarahkan seluruh operasional.
2. Unsur Pendukung
Berfungsi untuk mendukung Direksi dalam memastikan kebijakan dan keputusan strategis dapat diimplementasikan dengan efektif.
3. Unit Bisnis Strategis (SBU)
Merupakan bagian dari struktur organisasi yang mengelola berbagai unit usaha mandiri, seperti layanan penerbangan, kargo, dan pemeliharaan pesawat.
4. Anak Perusahaan
Anak perusahaan mendukung kegiatan induk perusahaan dengan berfokus pada bidang-bidang tertentu. Beberapa contoh anak perusahaan Garuda Indonesia antara lain:
• PT Aerowisata
• PT Sabre Travel Network Indonesia
• PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFAA)
• PT Aero Systems Indonesia (ASYST)
• PT Citilink Indonesia
• PT Gapura Angkasa
• Garuda Indonesia Holiday France
Garuda Indonesia mengadopsi struktur organisasi garis dan staf, yang memungkinkan koordinasi yang lebih efektif antara pimpinan dan karyawan yang terampil dan berdedikasi tinggi, mengingat tuntutan operasional yang kompleks dalam industri penerbangan.
4. Aspek Sosial dan Ekonomi
a. Aspek Sosial
Garuda Indonesia berfokus untuk memberikan layanan terbaik, aman, dan nyaman bagi para penumpangnya. Perusahaan ini memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berdedikasi tinggi, dengan kemampuan tanggap yang luar biasa dalam mengatasi kebutuhan dan keluhan pelanggan. SDM yang terlatih dan berkompeten ini berperan penting dalam menjaga kepuasan pelanggan. Penghargaan World’s Best Cabin Crew yang diterima Garuda Indonesia dari Skytrax merupakan bukti internasional atas kualitas layanan yang diberikan oleh kru kabin mereka. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Garuda Indonesia sangat memperhatikan kualitas pelayanan kepada penumpang sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan.
Selain fokus pada pelayanan pelanggan, Garuda Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Garuda Indonesia berusaha menciptakan nilai-nilai keberlanjutan yang menguntungkan bagi masyarakat luas. Perusahaan ini mendukung berbagai inisiatif sosial, seperti pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan begitu, Garuda Indonesia tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan transportasi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mendukung pengembangan sosial dan ekonomi di Indonesia.
b. Aspek Ekonomi
Sebagai salah satu maskapai terbesar di Indonesia, Garuda Indonesia mendukung sektor pariwisata dan perdagangan dengan menyediakan konektivitas udara yang sangat penting. Selain itu, Garuda Indonesia juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah dengan membuka rute penerbangan baru yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia dan dunia.
Garuda Indonesia juga memberikan dampak langsung terhadap pendapatan negara melalui pajak dan biaya administrasi. Perusahaan ini turut mendukung pengembangan industri penerbangan di Indonesia, menciptakan lapangan kerja, dan membuka peluang ekonomi bagi sektor lain yang terkait. Dengan terus berinovasi dan meningkatkan layanan, Garuda Indonesia memperkuat posisinya sebagai pendorong ekonomi, baik di tingkat domestik maupun internasional.
5. Aspek Lingkungan
Garuda Indonesia berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai inisiatif ramah lingkungan yang menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Salah satunya adalah kolaborasi dengan Yayasan Benih Baik Indonesia dalam kampanye pelestarian lingkungan “Flight Path to Sustainability: Planting the Future”, yang melibatkan penanaman 4.000 bibit pohon mangrove di Tangerang, Kepulauan Seribu, dan Semarang. Program ini tidak hanya mendukung restorasi lingkungan tetapi juga pengendalian perubahan iklim. Selain itu, Garuda Indonesia melibatkan karyawan dalam aksi penanaman pohon mangrove melalui program employee engagement, serta mengimplementasikan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG). Inisiatif lain yang dilakukan termasuk konservasi hewan dilindungi, pengelolaan sampah terpadu, dan ujicoba penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan bakar nabati pada pesawat komersial. Dengan berbagai langkah ini, Garuda Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan, mendukung pengurangan emisi karbon, dan memberikan dampak positif pada pelestarian alam.
6. Aspek Pasar
a. Segmentasi Pasar
Garuda Indonesia melayani beberapa segmen pasar utama:
• Pasar Domestik: Fokus utama Garuda Indonesia adalah pada penerbangan domestik, terutama rute-rute utama seperti Jakarta, Bali, Makassar, dan Surabaya. Maskapai ini melayani berbagai segmen, dari perjalanan bisnis hingga wisata.
• Pasar Internasional: Garuda Indonesia juga melayani pasar internasional, terutama di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah, dengan tujuan seperti Singapura, Jepang, dan Arab Saudi.
• Kelas Ekonomi dan Bisnis: Garuda Indonesia melayani pelanggan di kelas ekonomi dan bisnis. Kelas bisnis menjadi fokus penting untuk menarik pelancong bisnis dengan layanan premium.
b. Peluang Pasar
• Pertumbuhan Pariwisata: Dibukanya kembali destinasi wisata pasca-pandemi meningkatkan permintaan perjalanan udara, memberikan peluang bagi Garuda Indonesia untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan penerbangan ke tujuan wisata.
• Ekspansi Rute Internasional: Dengan pertumbuhan ekonomi Asia Pasifik, ada potensi besar untuk memperluas rute internasional, terutama ke negara-negara dengan potensi pasar bisnis yang tinggi.
• Teknologi dan Layanan Inovatif: Penggunaan teknologi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, seperti Wi-Fi dalam penerbangan dan layanan digital, dapat memperkuat loyalitas pelanggan.
c. Pesaing
• Maskapai Low-Cost Carrier (LCC): Persaingan dengan maskapai seperti Lion Air, AirAsia, dan Citilink sangat ketat, terutama pada segmen harga rendah. LCC menawarkan harga lebih terjangkau, yang menekan margin keuntungan Garuda Indonesia.
• Maskapai Full-Service Lainnya: Maskapai seperti Singapore Airlines dan Qatar Airways juga merupakan pesaing di segmen premium, menawarkan layanan kelas atas dengan kenyamanan lebih, khususnya di pasar internasional.
d. Keunggulan Garuda Indonesia
• Reputasi Layanan Premium: Garuda Indonesia dikenal dengan kualitas layanannya yang tinggi, terutama di kelas bisnis dan layanan pramugari yang profesional.
• Jaringan Rute yang Luas: Garuda Indonesia memiliki jaringan rute domestik dan internasional yang cukup luas, memberikan kenyamanan bagi pelanggan yang ingin bepergian ke berbagai tujuan.
• Penghargaan Internasional: Penghargaan seperti “The World’s Most Improved Airlines” meningkatkan citra positif perusahaan dan menarik lebih banyak pelanggan.
e. Tingkat Permintaan
• Pasar Domestik: Tingkat permintaan untuk penerbangan domestik cenderung stabil dengan adanya peningkatan jumlah penumpang yang kembali setelah pandemi, terutama di rute-rute utama seperti Jakarta-Bali dan Jakarta-Makassar.
• Pasar Internasional: Permintaan perjalanan internasional juga mengalami peningkatan seiring dengan pemulihan ekonomi dan dibukanya kembali perbatasan, terutama dari pasar wisata dan perjalanan bisnis.
7. Aspek Keuangan
• Peningkatan Kinerja Keuangan:
Pada tahun 2022, PT Garuda Indonesia mencatatkan pendapatan sebesar USD 1,68 miliar (sekitar Rp 25,41 triliun), meningkat 62,31% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan adanya pemulihan yang signifikan pasca-pandemi dan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan pendapatan meskipun menghadapi tantangan global. Laba bersih perusahaan pada 2022 tercatat sebesar USD 3,73 miliar, yang mencerminkan perbaikan yang solid dalam profitabilitas perusahaan.
• Tantangan Keuangan yang Harus Dikelola:
Meskipun ada perbaikan, perusahaan masih menghadapi utang yang besar, dengan total utang mencapai USD 4,5 miliar pada tahun 2021. Sementara pendapatan bulanan yang lebih rendah daripada beban operasional menunjukkan adanya tekanan likuiditas yang cukup berat. Kerugian operasional bulanan sekitar USD 100 juta pada 2021 menunjukkan perlunya penyesuaian dalam struktur biaya dan pengelolaan kas yang lebih baik agar dapat meningkatkan likuiditas.
• Restrukturisasi Utang dan Langkah Penguatan Keuangan:
Garuda Indonesia telah berhasil melakukan restrukturisasi utang pada tahun 2022, yang membantu meringankan beban finansial. Perusahaan juga merencanakan penerbitan obligasi global dan saham baru untuk mencari dana sebesar USD 1,3 miliar guna memperbaiki struktur keuangan dan mendukung kelangsungan bisnis dalam jangka panjang. Langkah ini menunjukkan adanya komitmen untuk memperbaiki posisi finansial perusahaan agar lebih stabil dan mampu beradaptasi dengan perubahan pasar.
• Posisi Keuangan Terkini (Juni 2024):
Hingga Juni 2024, aset lancar Garuda Indonesia tercatat sebesar USD 229 juta, dengan kas dan setara kas sebesar USD 289 juta. Meskipun kondisi likuiditas menunjukkan adanya ruang untuk operasi jangka pendek, perusahaan perlu menjaga kestabilan aliran kas untuk mendukung kegiatan operasional. Piutang usaha yang cukup besar, yakni USD 75 juta dari pihak berelasi dan USD 144 juta dari pihak ketiga, menunjukkan bahwa perusahaan masih bergantung pada piutang untuk menjaga arus kasnya. Oleh karena itu, pengelolaan piutang yang lebih efisien akan sangat penting untuk keberlanjutan operasi.
Kesimpulan Keuangan:
Meskipun PT Garuda Indonesia telah menunjukkan pemulihan yang signifikan dan memiliki prospek yang lebih baik, keberlanjutan bisnis perusahaan sangat bergantung pada pengelolaan keuangan yang hati-hati. Hal ini termasuk pengelolaan utang, arus kas, serta peningkatan efektivitas operasional.
8. Aspek Sumber Daya Manusia
PT Garuda Indonesia Tbk mengelola sumber daya manusia (SDM) dengan pendekatan yang terstruktur dan strategis, berfokus pada pengembangan kompetensi dan peningkatan kinerja karyawan. Berikut adalah beberapa aspek penting dari manajemen SDM di perusahaan ini:
1. Strategi Pengelolaan SDM
• Human Capital Management: Garuda Indonesia menerapkan manajemen modal manusia sebagai mitra dalam pengembangan bisnis, dengan tujuan untuk menciptakan organisasi berkinerja tinggi yang didukung oleh individu-individu yang memiliki keterlibatan tinggi.
• Talent Acquisition: Proses akuisisi talenta dilakukan baik dari dalam maupun luar organisasi untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan jangka panjang. Ini termasuk pencarian kandidat potensial yang dapat bersaing di tingkat regional dan global.
• Pengembangan Karyawan: Program pengembangan mencakup pelatihan, mentoring, dan pengembangan kepemimpinan untuk meningkatkan kapabilitas karyawan dan memastikan mereka siap untuk posisi yang lebih tinggi di masa depan.
2. Faktor Pendukung dan Tantangan
• Kepuasan Kerja dan Reward: Pemberian penghargaan kepada karyawan berperan penting dalam meningkatkan kepuasan kerja dan produktivitas. Sistem reward yang baik dapat menciptakan suasana kerja yang positif.
• Restrukturisasi SDM: Garuda Indonesia menghadapi tantangan dalam restrukturisasi jumlah kru pesawat. Kebijakan ini perlu dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kekurangan atau kelebihan staf, yang bisa berdampak pada operasional perusahaan.
• Kualitas Pelayanan: Fokus utama SDM di Garuda adalah pada pelayanan pelanggan. Pelatihan berkelanjutan membantu meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada penumpang, sehingga mendukung reputasi perusahaan sebagai penyedia layanan penerbangan yang berkualitas.
Kesimpulan:
Manajemen SDM di PT Garuda Indonesia Tbk ditujukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan mendukung pengembangan karyawan. Dengan strategi yang terencana dalam akuisisi talenta dan pengembangan keterampilan, perusahaan berusaha untuk tetap kompetitif dalam industri penerbangan yang semakin ketat.
9. Manajemen Strategi dan Operasional
PT Garuda Indonesia Tbk berfokus pada pengembangan visi jangka panjang yang bertujuan menjadikan perusahaan sebagai maskapai penerbangan terkemuka. Strategi utama meliputi pengembangan rute domestik dan internasional, transformasi digital, serta kemitraan dengan maskapai lain melalui aliansi SkyTeam untuk memperluas jaringan. Selain itu, Garuda juga berkomitmen pada keberlanjutan dengan mengurangi emisi karbon dan menggunakan pesawat ramah lingkungan. Dalam hal operasional, Garuda menekankan efisiensi biaya, pemeliharaan armada yang berkualitas, serta pelayanan pelanggan yang prima, baik di udara maupun di bandara. Manajemen sumber daya manusia juga menjadi fokus utama untuk memastikan karyawan terlatih dan termotivasi dalam memberikan layanan terbaik.
KESIMPULAN
PT Garuda Indonesia Tbk. Telah menjadi salah satu maskapai penerbangan terbesar di Indonesia dengan komitmen untuk menyediakan layanan penerbangan yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi para pelanggannya. Sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat posisinya di pasar global, Garuda Indonesia terus berinovasi dengan memperkenalkan berbagai rute penerbangan domestik dan internasional serta meningkatkan kualitas layanan melalui teknologi dan pelatihan sumber daya manusia.
Garuda Indonesia menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang, meskipun menghadapi tantangan dari kompetisi yang ketat dan kondisi ekonomi global yang dinamis. Fokus pada pengembangan armada pesawat modern, optimasi rute penerbangan, serta peningkatan pengalaman pelanggan merupakan langkah strategis yang mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Selain itu, Garuda Indonesia juga memperhatikan faktor sosial, hukum, dan lingkungan dengan menjaga keberlanjutan operasional, kepatuhan terhadap regulasi penerbangan internasional, serta kontribusi terhadap ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan pekerjaan. Dengan pengelolaan keuangan yang hati-hati, serta komitmen terhadap keberlanjutan dan inovasi, PT Garuda Indonesia Tbk. Siap untuk memperkuat daya saingnya dan terus memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
DAFTAR PUSTAKA
Azhario, R. 2016. ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI COMPUTER BASED TRAINING DENGAN MENGGUNAKAN METODE INFORMATION ECONOMICS PADA UNIT LEARNING AND DEVELOPMENT (STUDI KASUS: PT. GARUDA INDONESIA, TBK). Skripsi, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember: Surabaya.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. 2015. Kemenhub Sosialisasikan 5 Regulasi Terkait Penerbangan. Diakses pada 28 Maret 2025, https://dephub.go.id/post/read/kemenhub- sosialisasikan-5-regulasi-terkait-penerbangan
IATA. About Us. Diakses pada 28 Maret 2025, https://www.iata.org/
ICAO. About ICAO. Diakses pada 28 Maret 2025, https://www.icao.int/about- icao/Pages/default.aspx
JDIH. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Data Pribadi. Diakses pada 28 Maret 2025 https://jdih.komdigi.go.id/produk_hukum/view/id/832/t/undangundang+nomor+27+tahun+2022
Lesmana, R., Susanti, N. 2018. ANALISA STRATEGI BERSAING PT. GARUDA INDONESIA TBK (PERSERO). Jurnal Pemasaran Kompetitif, vol. 1 (3).
Ningrum, S. 2022. Struktur Organisasi Garuda Indonesia. Scribd. Diakses pada 28 Maret 2025 https://www.scribd.com/document/608088433/Struktur-Organisasi-Garuda-Indonesia
Pedoman Etika Bisnis & Etika Kerja. PT Garuda Indonesia Tbk.
PERKUAT MISI INDONESIA MENUJU NET ZERO EMISSION, GARUDA INDONESIA GANDENG “BENIH BAIK” PERLUAS KOMITMEN REFORESTASI PENANAMAN MANGROVE. 2024. Diakses pada 29 Maret 2025, https://www.garuda- indonesia.com/static/id/news-and- events/perkuat-misi-indonesia-menuju-net-zero- emission.html
Rakasiwi, Adrian Willie., dkk. 2016. MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA SISTEM REKRUTMEN “PT. GARUDA INDONESIA”. Telkom University: Bandung.
Setyasnomo, Chalida Zulfa. 2020. Strategi Pemasaran PT. Garuda Indonesia pada Pasar Domestik (Studi Kasus Rute Jakarta-Makasar). Journal of Transportation, vol. 1 (1).
Tentang Garuda Indonesia. Diakses pada 29 Maret 2025, https://www.garuda- indonesia.com/id/id/corporate- partners/company-profile/about/index
Tindige, Jewels Wilhelmina., dkk. 2020. Kinerja Keuangan pada PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Ditinjau dari Rasio Profitabilitas. Jurnal Productivity, vol. 1 (3) hal: 203-207.
Undang-Undang. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Diakses pada 28 Maret 2025, https://hubud.kemenhub.go.id/hubud/website/regulasi/law/1
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Diakses pada 28 Maret 2025 https://gatrik.esdm.go.id/assets/uploads/download_index/files/e39ab-uu-nomor-8-tahun-1999.pdf
Zuraya, N. 2023. Restrukturisasi SDM Garuda Indonesia Harus Berpatok Rasio. Republika: Jakarta.
Komentar
Posting Komentar