Analisis Perusahaan PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk

 Nama : Alfida Nuril Aini Effendi

NIM   : 235211039

Kelas  : 4A MBS

Analisis Perusahaan PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk

1.               1. Profil Perusahaan, Sejarah Awal dan Perkembangan

            Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri pada tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI. Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia.

Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI. Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan. Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural. Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rural dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan undang-undang No.21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum. Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas.

Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Hingga pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini. PT BRI (Persero) Tbk. yang didirikan sejak tahun 1895 ini didasarkan pada pelayanan masyarakat kecil dan tetap konsisten, yaitu dengan fokus dengan pemberian fasilitas kredit kepada golongan pengusaha kecil. Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat, maka sampai saat ini Bank Rakyat Indonesia mempunyai 4.447 unit kerja.

2.     Visi dan Misi

·       Visi

Menjadi Bank Komersil terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah.

·       Misi

1)    Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan pada usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan perekonomian masyarakat.

2)    Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dengan melaksanakan praktek Good Corporate Governance.

3)    Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

3.     Aspek Hukum dan kelembagaan

·       Dasar Hukum

1)    UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

2)    UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, sebagaimana telah diubah dengan UU No. 10 Tahun 1998

3)    UU No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

4)    Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait perbankan dan tata kelola perusahaan

·       Status Hukum

1)    BRI berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan status Perusahaan Terbuka (Tbk) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)

2)    Sebagai BUMN, mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia

 

·       Kepatuhan Hukum, Regulasi dan Pengawasan

1)    Mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG) sesuai ketentuan OJK

2)    BRI terikat pada regulasi anti pencucian uang da pencegahan pendanaan terorisme

3)    BRI diawasi oleh OJK sebagai regulator industri perbankan Indonesia

4)    Beroperasi sesuai regulasi dari Bank Indonesia (BI) terkait dengan kebijakan moneter dan sistem pembayaran

·       Kelembagaan

1)    PT. BRI memiliki struktur organisasi sebagai berikut :

a.     Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam pengambilan keputusan

b.     Dewan Komisaris bertugas mengawasi kebijakan dan kinerja direksi

c.     Direksi bertanggung jawab atas operasional dan manajemen bank

2)    Kepemilikan sahamnya mayoritas dimiliki oleh Pemerintah Indonesia dan sisanya dimiliki oleh publik (investor lokal maupun asing) melalui Bursa Efek Indonesia

3)    Jaringan dan layanan BRI tersebar di berbagai daerah Indonesia, termasuk unit mikro (BRI Unit) untuk layanan UMKM serta layanan digital melalui BRImo, internet banking, dan agen BRILink untuk menjangkau daerah terpencil 

4.     Aspek Sosial

Aspek sosial Bank Rakyat Indonesia tercermin dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga kelestarian lingkungan. Penerapan program TJSL BRI peduli didasarkan pada konsep Tripple Bottom Line, yaitu Pro People, Pro Planet, dan Pro Profit. Program BRI Peduli ini menyasar ke segala segmen program CSR seperti Indonesia Peduli, Indonesia Cerdas, Indonesia Sehat, Indonesia Membangun, Indonesia Takwa, Indonesia Sejahtera dan Indonesia Lestari dengan mengusung prinsip-prinsip nilai transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan inklusif.

BRI menerapkan strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap kegiatan bisnis dan investasi. Dimulai dengan implementasi pilar lingkungan (Environmental) yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon secara nyata, yaitu Green Network dan Green Banking.

Dari sisi sosial (Social) BRI berupaya untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan, sejalan dengan perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Lalu, dalam pengelolaan tenaga kerja, perusahaan menerapkan sistem Human Capital Management.

Sedangkan untuk pilar ketiga yakni Governance, BRI secara konsisten memperkuat tata kelola sembari terus menyelaraskan praktik bisnis dengan standar etika global guna menghindari praktik greenwashing, serta meningkatkan pengelolaan risiko terkait ESG, termasuk risiko cyber di era digital. Dengan demikian, BRI dapat memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh stakeholdernya.

5.     Aspek Ekonomi

Bank Rakyat Indonesia (BRI) memiliki peran yang sangat penting dalam aspek perekonomian Indonesia, terutama dalam mendukung sektor usaha UMKM. Berikut merupaknan beberapa peran utama BRI dalam perekonomian :

a.     Mendukung UMKM melalui kredit usaha seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan membantu pengusaha kecil untuk mendapatkan akses permodalan dengan bunga rendah.

b.     Berperan dalam inklusi keuangan, yaitu dengan meningkatkan akses layanan perbankan bagi masyarakat pedesaan dan pelosok dengan jaringan BRI unit, Agen BRILink, serta digital banking.

c.     Mendukung digitalisasi ekonomi dengan meluncurkan berbagai platform digital seperti BRImo, BRISat, dan Qris BRI untuk mempercepat transaksi digital.

d.     Menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi dengan memberikan solusi keuangan yang inklusif dan mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi dan meningkatkan daya beli masyarakat melalui program kredit berbunga rendah.

e.     Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia

f.      Berkontribusi terhadap pendapatan negara melalui pembayaran pajak dan retribusi yang signifikan kepada pemerintah, serta menyumbang dividen yang besar kepada kas negara setiap tahunnya.

6.     Aspek Lingkungan

BRI memliki peran penting dalam aspek lingkungan melalui berbagai inisiatif berkelanjutan dan program ramah lingkungan meliputi :

a.     Pendanaan berkelanjutan (Green Financing), BRI mendukung pembiayaan proyek-proyek ramah lingkungan seperti energi terbarukan, efisiensi energi dan pengelolaan limbah.

b.     Pengurangan jejak karbon melalui implementasi digitalisasi perbankan untuk mengurangi penggunaan kertas.

c.     Program CSR lingkungan, dengan melaksanakan program reboisasi dan penghijauan untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

d.     Kebijakan internal ramah lingkungan dengan menerapkan ESG.

e.     Inovasi produk keuangan berkelanjutan, BRI menawarkan produk keuangan berbasis berkelanjutan seperti obligasi hijau (green bonds) untuk mendukung proyek ramah lingkungan.

f.      Menerapkan manajemen analisis risiko lingkungan dalam proses kredit untuk menghindari pendanaan proyek yang berpotensi merusak lingkungan.

7.     Aspek Pasar

Dalam aspek pasar, BRI sebagai bank yang fokus pada sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki dinamika demand (permintaan) dan supply (penawaran) yang dipengaruhi oleh kondisi wilayah, nilai-nilai kearifan lokal, dan perkembangan teknologi. Permintaan layanan keuangan BRI dipengaruhi oleh kondisi wilayah, dimana untuk daerah perkotaan permintaannya tinggi untuk layanan digital banking, kartu kredit, dan investasi. Sedangkan di pedesaan permintaan lebih dominan untuk kredit mikro (KUR), simpanan masyarakat, dan layanan keuangan berbasis agen (BRILink) karena keterbatasan akses bank fisik.  Nilai-nilai kearifan lokal di daerah yang masih kental dengan budaya gotong royong, program keuangan berbasis komunitas seperti Arisan Simpan Pinjam atau koperasi mitra BRI banyak diminati, sedangkan di daerah agraris dan perikanan, permintaan tinggi terhadap kredit usaha tani atau nelayan.  Perkembangan Teknologi juga berpengaruh dengan pengadopsian teknologi digital untuk meningkatkan permintaan layanan mobile banking seperti BRImo dan Cashless society di perkotaan dengan mendorong peningkatan transaksi menggunakan QRIS BRI.

Supply (Penawaran) layanan BRI menyesuaikan dengan kebutuhan pasar berdasarkan kondisi wilayah. BRI membuka kantor cabang di kota besar serta BRILink (agen banking) di daerah pelosok untuk menjangkau lebih banyak nasabah. Di daerah dengan infrastruktur terbatas, BRI memanfaatkan layanan perbankan berbasis satelit (BRIsat) agar transaksi tetap berjalan.  BRI juga  menyesuaikan produk keuangan dengan pola bisnis setempat, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk petani dan nelayan, serta menerapkan pendekatan personal dalam layanan keuangan berbasis komunitas. Perkembangan teknologi untuk penawaran pasar dilakukan dengan mengembangkan digital banking untuk meningkatkan efisiensi dan menjangkau lebih banyak nasabah. 

8.                8. Aspek Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen SDM di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dirancang untuk mendukung kinerja perusahaan dengan memastikan karyawan memiliki kompetensi tinggi dan tetap termotivasi. Perekrutan karyawan dilakukan secara ketat melalui jalur fresh graduate dan profesional, dengan seleksi berbasis kompetensi, integritas, serta kesesuaian dengan budaya kerja BRI. Proses ini bertujuan untuk mendapatkan talenta terbaik yang mampu beradaptasi dengan tantangan industri perbankan. 

Dalam hal kompensasi, BRI menawarkan sistem remunerasi yang kompetitif, termasuk gaji pokok, tunjangan, bonus berbasis kinerja, serta berbagai fasilitas kesejahteraan seperti asuransi kesehatan dan program pensiun. Kompensasi ini tidak hanya meningkatkan kepuasan karyawan tetapi juga mendorong motivasi dan produktivitas mereka, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap pencapaian perusahaan. 

Penilaian kinerja di BRI menggunakan sistem berbasis Key Performance Indicators (KPI), yang dijadikan dasar dalam promosi, rotasi, serta pemberian insentif. Sistem ini memastikan karyawan bekerja dengan target yang jelas dan terukur. Dengan adanya KPI yang transparan, karyawan terdorong untuk meningkatkan kinerja mereka secara berkelanjutan. Hal ini juga menciptakan budaya kerja yang kompetitif, inovatif, dan berorientasi pada hasil, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan bisnis BRI. 

Secara keseluruhan, kombinasi strategi rekrutmen, sistem kompensasi yang menarik, serta evaluasi berbasis KPI memungkinkan BRI mengembangkan SDM yang unggul dan selaras dengan visi perusahaan sebagai bank yang inovatif dan berdaya saing tinggi.

9.               9. Aspek Teknis Produksi dan Operasi

Aspek teknis produksi dan operasi di Bank Rakyat Indonesia (BRI) berfokus pada efisiensi layanan perbankan, pengelolaan risiko, serta penerapan teknologi untuk meningkatkan kinerja dan kepuasan nasabah. Operasional BRI melibatkan berbagai layanan keuangan, termasuk simpanan, kredit, investasi, serta transaksi digital yang dijalankan melalui jaringan kantor cabang, unit kerja mikro, ATM, dan platform digital. 

BRI mengoptimalkan teknologi dalam operasionalnya dengan sistem perbankan yang terintegrasi, memungkinkan transaksi berjalan cepat dan aman. Digitalisasi juga diterapkan dalam mobile banking, internet banking, dan layanan berbasis AI untuk meningkatkan pengalaman nasabah. Selain itu, sistem manajemen risiko yang ketat diterapkan untuk menjaga stabilitas keuangan dan meminimalkan kredit bermasalah, termasuk melalui analisis data berbasis big data dan machine learning. 

Efisiensi operasional juga ditingkatkan melalui otomatisasi proses kerja, optimalisasi jaringan distribusi, serta pengembangan layanan berbasis agen bank (BRILink) untuk memperluas jangkauan hingga ke daerah terpencil. Dengan kombinasi teknologi, strategi operasional yang efisien, serta manajemen risiko yang ketat, BRI dapat terus menjaga daya saing dan kualitas layanannya dalam industri perbankan.

10          10. Aspek Keuangan

Aspek keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencerminkan kekuatannya sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, terutama dalam sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pendapatan utama BRI berasal dari bunga kredit, khususnya dari kredit mikro yang memiliki margin lebih tinggi dibandingkan segmen korporasi. Selain itu, bank ini juga memperoleh pendapatan dari layanan perbankan, seperti transaksi digital, biaya administrasi, dan investasi. 

Dari sisi profitabilitas, BRI menunjukkan kinerja yang solid dengan laba bersih yang stabil, didukung oleh efisiensi operasional dan manajemen risiko yang ketat. Rasio keuangan utama seperti Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) menunjukkan tingkat profitabilitas yang sehat. Selain itu, BRI memiliki tingkat kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang memadai untuk menjaga stabilitas dan ekspansi bisnisnya. Likuiditas BRI juga cukup kuat dengan rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) yang dikelola secara seimbang. Dana pihak ketiga (DPK) seperti tabungan dan deposito menjadi sumber utama pendanaan, dengan komposisi dana murah (CASA) yang tinggi untuk menekan biaya dana. Sebagai bank dengan cakupan luas, BRI terus memperkuat digitalisasi layanan keuangan guna meningkatkan efisiensi dan daya saing. Investasi dalam teknologi perbankan, termasuk platform digital dan fintech, semakin memperkuat pendapatan non-bunga serta meningkatkan inklusi keuangan. 

Secara keseluruhan, aspek keuangan BRI menunjukkan keseimbangan antara profitabilitas, likuiditas, dan pertumbuhan yang berkelanjutan, menjadikannya salah satu institusi keuangan paling stabil dan berpengaruh di Indonesia.

11      11. Kesimpulan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menunjukkan kinerja yang kuat dan berkelanjutan di berbagai aspek bisnisnya. Dari segi sejarah dan profil perusahaan, BRI telah berkembang menjadi pemimpin industri keuangan di Indonesia dengan inovasi berkelanjutan di sektor digital dan jaringan. Aspek hukum dan kelembagaan menunjukkan bahwa BRI beroperasi dalam kerangka regulasi yang ketat dan memiliki tata kelola perusahaan yang baik sesuai standar yang ditetapkan oleh pemerintah dan regulator.

Dari aspek sosial BRI memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga kelestarian lingkungan. Penerapan program TJSL BRI peduli. BRI juga menerapkan strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap kegiatan bisnis dan investasinya. Dari sisi sosial (Social) BRI berupaya untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan, sejalan dengan perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Lalu, dalam pengelolaan tenaga kerja, perusahaan menerapkan sistem Human Capital Management.

Perusahaan juga memberikan dampak dalam aspek ekonomi yang signifikan melalui penciptaan lapangan kerja, mendukung UMKM, meningkatkan pendapatan negara, meningkatka inklusi keuangan, mendukung digitalisasi ekonomi, serta menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi. Aspek lingkungan menunjukkan bahwa BRI semakin berfokus pada keberlanjutan dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan, efisiensi energi, serta program pengelolaan limbah dan pengurangan jejak karbon. Dari aspek pasar, BRI terus memperkuat dominasinya dengan ekspansi layanan keuangan digital dan peningkatan teknologi yang lebih efisien. Persaingan di industri keuangan semakin ketat, namun BRI tetap memiliki keunggulan kompetitif berkat ekosistem digitalnya yang luas.

Aspek sumber daya manusia dan manajemen menunjukkan bahwa perusahaan memiliki strategi yang baik dalam pengelolaan kinerja karyawan dengan berbagai program pelatihan dan pengembangan SDM untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi. Pemberian kompensasi dan penilaian rutin terhadap kinerja yang transparan menciptakan budaya kerja yang kompetitif, inovatif, dan berorientasi pada hasil, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan bisnis BRI.

Dalam aspek teknis dan operasional, BRI telah berhasil meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan dengan investasi besar dalam layanan digital dan pengembangan AI untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. Sementara itu, dari aspek keuangan, BRI mencatat pertumbuhan pendapatan yang stabil dengan profitabilitas yang kuat, mencerminkan efisiensi operasional dan strategi bisnis yang efektif. Secara keseluruhan, PT Bank Rakyat Indonesia dinyatakan layak dalam segala aspek bisnis karena berada pada posisi yang baik untuk terus berkembang di era digital dengan strategi bisnis yang berkelanjutan, inovasi teknologi, efisiensi serta tata kelola yang kuat. Dengan tetap memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan hukum, BRI dapat mempertahankan pertumbuhan jangka panjangnya serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan para pemegang saham.

DAFTAR PUSTAKA

Indrawati, Toti. “Peran BRI Dalam Penyaluran Kredit Imum Pedesaan Terhadap Pengembangan Usaha Mikro Di Kota Pekanbaru.” Jurnal Ekonomi, 2009.

Jend, Jl, and Sudirman Kav. “PT . BANK RAKYAT INDONESIA ( PERSERO ), Tbk” 10210, no. 021 (2013): 2510269.

Mandang, Evert Fandi, Bode Lumanauw, and Mac D.B. Walangitan. “RELATIONSHIP OF TRAINING AND EDUCATION TO EMPLOYEE PERFORMANCE AT PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk CABANG MANADO.” Emba 5, no. 3 (2017): 10.

Oktoviani, Esther. “Analisis Sistem Informasi Perkreditan Menggunakan ITIL Version 3 Domain Service Strategy (Service Portfolio Management, Financial Management, Dan Demand Management) Di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., Unit Beteleme,” 2013.

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. “Public Expose Live 2020, Financial Update Presentation PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk” (2020).

Putri, Yolanda Maulida, Arief Rahman, and Kusni Hidayati. “Analisis Rasio Profitabilitas, Rasio Likuiditas, Dan Rasio Solvabilitas, Dalam Menilai Kinerja Keuangan Pada Pt. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.” Equity: Jurnal Akuntansi 2, no. 1 (2021): 14–26.

Rahayu, Nur Ellyanawati Esti, and Damar Budi Utama. “Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Bank BRI Melalui BRI Corporate University.” Jurnal Aplikasi Bisnis (2022): 157–168.

Sirait, Sarida, and Henry Dunan Pardede. “Analisis Kinerja Keuangan Pt Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.” Jurnal Ekonomi Dan Bisnis (EK&BI) 3, no. 2 (2020): 313–323.

TBk, PT BRI (persero). “PT Bank Rakyat Indonesia (Persero ) Tbk Dan Entitas Anaknya.” Laporan Keuangan Konsolidasian Tanggal 31 Desember 2018 6 (2018).

Ummah, Masfi Sya’fiatul. “ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk.” Sustainability (Switzerland) 11, no. 1 (2019): 1–14.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Perusahaan pada PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory)

Analisis Studi Kelayakan Bisnis Pada PT. Pertamina (Persero)

ANALISIS PT. GARENA INDONESIA